Materi Sekolah: Organ Pencernaan Hewan Ruminansia, Sistem Pencernaan, dan Contoh Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah hewan herbivora yang memiliki empat bagian lambung.

Menurut KKBI, hewan ruminansia adalah hewan pemamah biak, seperti lembu, biri-biri, dan domba.

Hewan ruminansia memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan hewan lain.

Mereka memiliki organ pencernaan yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, dan anus.

Di dalam lambung tersebut, mereka memiliki empat bagian lambung.

Empat bagian itu terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.

Selengkapnya, berikut penjelasan mengenai organ pencernaan hewan ruminasia:

1. Organ Pencernaan

a. Mulut

Dikutip dari buku pendidikan, hewan ruminansia memiliki gigi seri yang berada di bagian atas.

Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan.

Sementara gigi geraham berfungsi mengunyah makanan.

Mereka juga memiliki rahang yang dapat bergerak ke samping kanan dan kiri ketika mengunyah makanan.

b. Kerongkongan

Kerongkongan adalah organ kedua dalam proses pencernaan hewan ruminansia.

Hewan ini memiliki kerongkongan yang sangat pendek.

Rongga kerongkongan mereka juga dapat melebar sesuai ukuran dan tekstur makanan.

c. Lambung

Lambung pada hewan ruminansia terdiri dari empat bagian.

Bagian pertama yaitu rumen atau perut besar.

Makanan yang masuk ke rumen akan dicerna hingga menjadi bubur.

Bagian kedua adalah retikulum.

Di dalam retikulum, makanan akan mengalami fermentasi dengan bantuan bakteri dan protozoa.

Kemudian, bagian ketiga adalah omasum atau perut kitab.

Bagian ini berfungsi untuk mencerna makanan.

Kemudian, bagian terakhir adalah abomasum.

Di dalam abomasum, makanan dicerna menggunakan enzim pepsin.

d. Usus Halus

Usus halus adalah organ pencernaan yang berfungsi menyerap sari-sari makanan.

Selain itu, usus halus juga sebagai penyalur sari makanan ke seluruh tubuh.

e. Anus (Rektum)

Organ pencernaan yang terakhir ini berfungsi sebagai tempat keluarnya sisa-sisa makanan yang sudah kehilangan sari-sari makanan.

Materi Sekolah: Organ Pencernaan Hewan Ruminansia, Sistem Pencernaan, dan Contoh Hewan Ruminansia

2. Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan hewan lain karena proses pengolahan makanan lebih lama dan melalui empat bagian lambung.

Urutan proses pencernaan hewan ruminansia adalah mulai dari mulut, kerongkongan, rumen, mulut, retikkulum, omasum, abomasum, usus halus, anus.

Untuk lebih jelasnya, berikut urutan proses pencernaan hewan ruminansia dikutip dari buku ilmu pendidikan.

a. Pencernaan Mekanis di Mulut

Makanan di mulut mengalami proses pencernaan secara mekanis melalui gerak rongga mulut.

Proses ini memanfaatkan air liur untuk melembutkan makanan dan menelan makanan.

Kandungan pH dalam air liur hewan ini mencapai 8,2 serta memiliki kandungan sodium bikarbonat tinggi.

Air liur ini berfungsi menetralkan pengaruh asam dari makanan.

b. Proses Pencernaan di Bagian Rumen

Rumen atau perut besar adalah lambung terbesar di dalam sistem pencernaann hewan ruminansia.

Bagian lambung ini dilapisi oleh papilia.

Pada bagian ini, makanan diserap oleh Volatile Fatty Acids (VFA) dan mengalami fermentasi oleh mikroba.

Kandungan pH di dalam rumen adalah 6-7.

Bakteri di dalam rumen menghasilkan enzim yang membantu proses penguraian makanan.

Sehingga, makanan dapat mengeluarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Proses pencernaan di rumen menghasilkan gas yang terdiri dari methan dan karbondioksida dengan jumlah 20-40%.

Gas yang menumpuk di dalam rumen akan dikeluarkan melalui sendawa.

c. Proses Pencernaan di Bagian Retikulum

Retikulum adalah bagian lambung kedua di dalam tubuh hewan ruminansia.

Pada bagian ini, makanan difermentasi oleh mikroorganisme.

Sehingga, retikulum berfungsi sebagai tempat fermentasi kedua dari proses sebelumnya yang disebut diabsorbsi.

Proses ini menghasilkan VFA, amonia, dan air.

d. Proses Pencernaan di Bagian Omasum

Omasum adalah lambung ketiga atau perut kitab/buku.

Makanan yang berasal dari retikulum kembali mengalami fermentasi mikroorganisme.

Lambung ketiga ini berfungis mengatur arus makanan ke abomasum dan menyaring partikel makanan yang besar.

Di dalam dinding omasum juga terjadi penyerapan kandungan air dari makanan hijau.

Penyerapan tersebut dibantu oleh enzim yang bertugas menghaluskan makanan hijau seperti dedaunan.

e. Proses Pencernaan di Bagian Abomasum

Lambung ke-empat ini terdiri dari tiga bagian yaitu florika (sekresi mukus), fundika (sekresi pepsinogen, renin, dan mukus), dan kardia (sekresi mukus).

Di dalam abomasum terjadi proses pencernaan protein.

Pengaturan arus digesta juga terjadi di abomasum menuju ke duodenum.

Makanan di dalam abomasum akan dicerna kembali dengan bantuan asam klorida yang dapat mengaktifkan enzim pepsinogen.

f. Pencernaan Usus Halus

Usus halus pada tubuh hewan ruminansia terdiri dari tiga bagian yaiut duodenum (usus 12 jari), jejenum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

Pada bagian duodenum terdapat kadar asam yang tinggi dehingga bakteri dari lambung tidak dapat hidup di sini.

Kandungan asam tersebut disebabkan oleh getah pencernaan dari pankreas, hati, kandung empedu, dan sel-sel kelenjar pada dinding sel usus halus.

Makanan mengalami proses pencernaan kembali dengan bantuan enzim di dinding usus.

Kemudian, makanan menuju ke bagian ileum yang berfungsi untuk memperluas penyerapan.

g. Pencernaan Usus Besar

Usus besar ini memiliki dua bagian yaitu caecum dan kolon.

Sisa-sisa makanan dari usus halus didorong oleh otot peristaltik menuju ke usus besar.

Penyerapan air dan mineral kembali terjadi di usus besar.

Kemudian, zat tersebut akan disalurkan ke seluruh tubuh.

Sedangkan sisa makanan atau ampas dari penyerapan sari makanan akan dikelurkan melalui rektum atau anus.

3. Contoh Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah hewan pemakan rumput dan dedaunan, seperti:

  • Sapi
  • Kerbau
  • Kambing
  • Domba
  • Rusa
  • Kijang