Bos Persib Ungkap Alasan Tim ‘Cuci Gudang’ Usai Liga 1 2021

Persib Bandung telah melepas 12 pemainnya pasca berakhirnya kompetisi Liga 1 2021. 12 pemain tersebut hengkang dari Persib hanya dalam kurun waktu 19 hari saja.

Pemain pertama yang diumumkan melepas kostum Persib yakni Esteban Vizcarra . Kontrak pemain naturalisasi asal Argentina ini tidak diperpanjang oleh manajemen Maung Bandung.

Setelah itu, 11 nama lain menyusul diumumkan tidak lagi memperkuat Persib. Mereka adalah Indra Mustafa, Gian Zola, Supardi Nasir, Mario Jardel, Bruno Cantanhede, Puja Abdilah, Dhika Bhayangkara, Ardi Idrus, Mohammad Rashid, M Natshir dan Aqil Savik.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dengan perginya 12 pemain dalam waktu singkat itu.

Teddy menjelaskan jika banyaknya pemain yang pergi merupakan hal normal dalam dunia sepakbola. Menurutnya kepergian pemain dalam suatu tim adalah dinamika.

“Sesuatu yang normal di dalam dinamika sepakbola profesional, dimana apabila kontrak pemain habis, meskipun klub ingin mempertahankan pemain tersebut, tetapi apabila pemain yang bersangkutan mempunyai rencana lain berkaitan dengan karir profesional ke depannya, maka kami pasti mendukung dan mendoakan yang terbaik,” kata Teddy, Rabu (20/4/2022).

Bos Persib Ungkap Alasan Tim 'Cuci Gudang' Usai Liga 1 2021

Teddy juga mengungkapkan awalnya manajemen hanya berencana untuk melepas tujuh sampai sembilan pemain saja. Namun sekali lagi, Ia menyatakan jika kepergian pemain adalah dinamika dalam sepakbola profesional.

“Sekitar 7-9 pemain (rencana awal). Ini biasa di dinamika sepakbola profesional, pemain datang dan pergi,” ungkapnya.

Alasan Aqil Savik Hengkang

Pada kesempatan ini Teddy juga menjelaskan alasan hengkangnya penjaga gawang muda Aqil Savik. Kata Teddy, manajemen telah berusaha mempertahankan pemain berusia 23 tahun tersebut.

Sayangnya Aqil Savik memutuskan untuk mencari petualangan baru di luar Bandung. Faktor kesempatan bermain juga jadi sebab Aqil Savik hengkang.

“Kontrak Aqil sudah berakhir dan kita sudah berusaha maksimal untuk mempertahankan karena kami melihat Aqil mempunyai potensi, akan tetapi yang bersangkutan akhirnya memutuskan untuk mencari klub yang bisa memberikan menit bermain lebih banyak,” ujarnya.

Terkait menit bermain, Ia menegaskan semua pemain di klub manapun harus berkompetisi untuk mendapat tempat di tim utama.

“Sepemahaman saya, semua pemain harus berkompetisi untuk bisa mendapatkan tempat utama, jadi bukan dijanjikan,” kata Teddy.