Permasalahan, Dampak Negatif, dan Solusi dari Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh

Solusi dan Dampak Negatif Pembelajaran Daring

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa disebut daring ini dilaksanakan sejak bulan Maret 2020 sampai saat ini bulan Desember 2020. Sudah 10  bulan, kita para pelajar telah melakukan pembelajaran jarak jauh dirumah masing-masing melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media yang mendukung.

Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan karena dampak dari wabah virus covid-19 yang sampai saat ini masih belum mereda. Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan oleh guru dan murid melalui media online seperti Whatsapp, Google Meet, Google Form dan jenis media online lainnya.

Berdasarkan pengamatan dari penulis, pembelajaran jarak jauh ini dinilai masih belum efektif dan efisien karena masih banyak sekolah-sekolah didaerah yang infrastrukturnya belum memadai. Pembelajaran jarak jauh ini harus benar-benar dengan perencanaan yang matang agar pelaksanaannya tidak mempunyai kendala.

Permasalahannya

Dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini kita para guru dan pelajar harus dengan persiapan yang baik seperti sarana dan prasarana yang akan digunakan, jaringan internet yang memadai dan tak lupa juga kuota internet yang cukup harus benar-benar dipersiapkan. Karena pembelajaran jarak jauh ini kita harus mempersiapkan kuota internet yang cukup agar kita bisa mengikuti semua pembelajaran yang dilakukan secara online ini.

Banyak sekali permasalahan yang ada di pembelajaran jarak jauh ini yaitu, belum meratanya akses jaringan internet disetiap daerah, mahalnya kuota internet, belum sepenuhnya siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh, orang tua yang kesulitan untuk mendampingi anak-anaknya dalam pembelajaran jarak jauh karena sibuk bekerja, para guru dan pelajar masih ada yang belum menguasai iptek, orang tua yang tidak mempunyai hp android, dan masih banyak permasalahan lainnya.

Dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh ditingkat menengah pertama dan menengah atas diantaranya yaitu kurangnya motivasi pelajar untuk belajar dengan sungguh-sungguh, tidak memerhatikan penjelasan guru yang disampaikan melalui media online, tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, menyepelekan semua kegiatan pembelajaran, dan melupakan semua kewajibannya sebagai pelajar.

Sedangkan dampak negatif pembelajaran ditingkat sekolah dasar diantaranya yaitu orang tua masih ada yang belum menguasai iptek, sulitnya orang tua untuk mengajari dan menjelaskan kembali materi yang disampaikan oleh gurunya kepada si anak, anak yang mulai bosan dengan pembelajaran jarak jauh sehingga menjadi malas belajar, dan masih banyak dampak lainnya.

Solusinya

Solusi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran jarak jauh, ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti mempertimbangkan cara pembelajaran lain selain melalui TV dan internet, menggunakan stasiun radio bagi wilayah yang tidak terjamah jaringan internet, menggunakan layanan pos untuk mendistribusikan materi belajar berbentuk fisik yang dikirim kerumah masing-masing siswa, penggunaan dana BOS untuk mensubsidi kuota internet guru dan murid, guru inisiatif mendatangi rumah murid untuk memberikan rangkaian pembelajaran selama satu minggu bagi murid yang tidak mempunyai handphone.

Dari pembelajaran jarak jauh ini perlu adanya koordinasi yang baik antara guru dan orang tua. Terlebih ada orang tua yang bekerja dari rumah sehingga fokusnya terpecah antara bekerja dan mengawasi anak belajar. Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru perlu adanya pelatihan penggunaan iptek meski dengan kuota terbatas dalam rangka pembelajaran jarak jauh bagi guru yang masih belum menguasai iptek.

Disini, kepala sekolah juga ikut berperan, perannya yaitu mendorong para guru untuk belajar dan menguasai iptek dimasa pandemi karena sangat penting untuk pembelajaran jarak jauh dengan berbagai macam pelatihan melalui webinar, workshop, dan lainnya. Kegiatan pelatihan ini untuk melatih para pendidik agar tahu cara dan proses pembelajaran jarak jauh melalui media online yang baik.

Dengan pelatihan ini juga untuk meningkatkan kualitas para pendidik dalam menyampaikan materi. Kepala sekolah juga harus bekerja sama dengan provider untuk meningkatkan layanan internet di sekolah. Peran kepala sekolah sangat penting untuk menjalin kerjasama dengan provider dalam proses pelayanan pemberian subsidi kuota yang akan meringankan beban orang tua peserta didik.

Dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini, peranan orang tua juga sangat penting yaitu  meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anaknya dalam proses pembelajaran jarak jauh, harus mengetahui apa saja tugas sang anak yang diberikan oleh gurunya dengan mengecek semua tugas sekolahnya, membimbing anaknya dalam proses pembelajaran dan mengerjakan tugas, menjelaskan ulang materi yang diberikan oleh gurunya jika sang anak masih belum mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya.

Guru, orang tua, dan pelajar, sangat penting peranannya dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Namun menurut penulis, kegiatan pembelajaran jarak jauh ini masih menjadi beban bagi guru, orang tua,dan pelajar sendiri. Kegiatan pembelajaran jarak jauh ini masih belum efektif dan efisien karena banyaknya kendala dan dampak negatif. Apalagi banyak orang tua yang ekonominya menurun karena dampak negatif dari masa pandemi.

Dengan segala permasalahan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini diperlukan adanya evaluasi komprehensif dari pihak sekolah, komite sekolah, para orang tua wali murid, serta menteri pendidikan. Evaluasi ini perlu dilakukan agar kualitas pendidikan saat ini tidak menurun.

Pendidikan sangatlah penting karena pendidikan adalah salah satu tombak dalam membangun generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan mandiri. Pendidikan juga sebagai investasi jangka panjang bagi sebuah bangsa. Dan pelajar masa kini akan menjadi penerus bangsa dimasa depan.