Perbedaan Peristiwa Membeku dan Menguap

Membeku dan menguap, keduanya adalah peristiwa perubahan wujud zat. Apa perbedaan peristiwa membeku dan menguap? Simaklah uraianĀ https://www.noisaremotutto.org/ di bawah ini untuk penjelasan perbedaan peristiwa membeku dan menguap!

Perbedaan Peristiwa Membeku dan Menguap

Perubahan wujud

Perbedaan peristiwa membeku dan mencair yang paling mendasar adalah yang dapat terlihat oleh mata, yaitu perubahan wujudnya.

Membeku adalah peristiwa berubahnya zat cair menjadi zat padat. Sedangkan, menguap adalah peristiwa berubahnya zat cair menjadi zat gas.

Penyebab

Peristiwa membeku dan mencair dibedakan melalui penyebab terjadinya. Peristiwa membeku disebabkan oleh pendinginan atau pelepasan panas zat cair. Pelepasan panas pada zat cair hingga suhunya turun ke titik bekunya, akan membuat zat tersebut membeku.

Adapun, peristiwa menguap disebabkan oleh pemanasan zat cair. Pemberian panas atau pemanasan pada zat cair hingga suhunya naik ke titik didihnya, akan membuat zat tersebut menguap menjadi gas.

Jenis reaksi pelepasan panas

Perbedaan peristiwa membeku dan menguap selanjutnya adalah jenis reaksi pelepasan panasnya. Peristiwa membeku termasuk ke dalam reaksi eksotermik, sedangkan peristiwa menguap termasuk ke dalam reaksi endotermik.

Dilansir dari Lumen Learning, reaksi eksotermik adalah reaksi yang melepaskan energi panas. Sedangkan, reaksi endotermik adalah memerlukan atau menyerap panas dari luar.

Peristiwa membeku termasuk ke dalam reaksi eksotermik. Karena, zat melepaskan panas yang dimilikinya ke lingkungan sekitar untuk berubah wujud menjadi padat.

Adapun, peristiwa menguap termasuk ke dalam reaksi endotermik. Karena, zat menyerap panas dari lingkungan luarnya untuk berubah wujud menjadi gas.

Energi kinetik

Semua materi yang ada di dunia memiliki energi kinetik atau energi gerak. Benda padat yang terlihat diampun, sebenarnya tersusun dari molekul yang bergerak.

Hanya saja, gerakan molekul tersebut sangat kecil sehingga tidak terlihat dan tidak terasa oleh manusia. Keadaan energi kinetik merupakan perbedaan selanjutnya antara peristiwa membeku dan menguap.

Pada peristiwa membeku, pendinginan menyebabkan penurunan energi kinetik. Sedangkan pada peristiwa menguap, pemanasan menyebabkan kenaikan energi kinetik.

Ini sama halnya ketika cuaca dingin dan panas. Cuaca yang dingin membuat kita malas beraktivitas dan ingin tetap berada di dalam rumah untuk tidur. Sedangkan, cuaca yang panas membuat kita lebih bersemangat untuk beraktivitas dan pergi keluar.

Ikatan antar molekul

Perbedaan peristiwa membeku dan menguap selanjutnya adalah ikatan antar molekulnya. Semua materi yang ada tersusun dari molekul yang saling terikat satu sama lain.

Ikatan yang kuat antar molekul, membuat zat tersebut berbentuk padat. Sedangkan, ikatan yang lemah antar molekul membuat zat tersebut berbentuk gas.

Dilansir dari Khan Academy, ketika zat cair dipanaskan dalam peristiwa menguap, energi kinetik molekul akan naik dan menyebabkan ikatan molekulnya putus. Molekul-molekul tersebut kemudian berpencar membentuk gas.

Peristiwa menguap dapat diibaratkan sekelompok anak dalam ruangan yang panas. Suhu yang panas membuat energi anak-anak tersebut naik, merekapun akan berpencar berlarian kesana-kemari ataupun keluar dari ruangan untuk bermain.

Adapun, ketika zat cair didinginkan dalam peristiwa membeku. Energi kinetik molekul akan turun, menyebabkan molekul tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan ikatan molekul. Molekul-molekul tersebut akan terikat lebih erat dan membentuk zat yang lebih padat.

Peristiwa membeku dapat diibaratkan sekelompok anak dalam ruangan yang dingin. Suhu yang dingin membuat energi anak-anak tersebut turun. Mereka akan tetap di dalam ruangan, saling berdekatan untuk menghangatkan satu sama lain ataupun tertidur.