Menikmati Sensasi Kasar-Lembut Memek, Makanan Khas Simeulue yang Mirip Bubur

Wisatawan yang berlibur ke Pulau Simeulue, Aceh wajib mencoba makanan khas satu ini. Namanya memek. Bentuknya mirip bubur. Namun bahan dasar pembuatan makanan dengan nama unik ini adalah dengan pisang, beras ketan dan santan.

Dalam bahasa Aceh, memek berasal dari kata mamemek yang artinya mengunyah beras. Konon nenek moyang di Aceh mengunyah-ngunyah beras ketan yang dicampur dengan pisang sehingga muncul istilah mamemek.

Kini makanan yang telah dinobatkan https://www.noisaremotutto.org/ menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) dikenal dengan sebutan memek.

Menikmati Sensasi Kasar-Lembut Memek, Makanan Khas Simeulue yang Mirip Bubur

Ketika dimakan, rasa pisang dan beras gongseng lebih terasa. Butiran beras ketan yang agak kasar bertemu lembutnya pisang, membawa sensasi tersendiri saat mencicipi makanan satu ini.

Wangi beras yang digongseng pelan-pelan membawa sensasi ketenangan atau semacam aroma terapi yang memanjakan hidung. Perpaduan sensasi rasa itu makin segar dengan tambahan sedikit es.

Perpaduan kasar-lembut beras dan pisang itu, makin gurih dengan campuran santan. Di sana ada manis santan, manis pisang ditambah wangi ketan. Ada juga sensasi asin dari sedikit garam yang dibubuhkan saat pembuatan memek.

“Ini makanan khas Simeulue, warisan lelulur,” kata seorang warga Simeulue, Almawati baru-baru ini.

Almawati menjelaskan, bahan yang harus disiapkan untuk membuat memek antara lain beras ketan, pisang, santan, garam serta gula. Pisang ditumbuk kasar, dan beras digongseng.

Setelah itu, semua bahan tadi dicampur menjadi satu. Dan memek siap untuk disantap. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar satu jam.

Menurut Almawati, masyarakat Simeulue sejak zaman dulu membuat memek untuk disantap bersama keluarga. Wisatawan yang datang ke sana, dapat meminta warga membuat kuliner tersebut.

Soalnya, kuliner itu mulai jarang dijumpai di hari-hari biasa. Alasannya, karena terbuat dengan campuran santan, makanan ini tidak tahan lama.

Saat ini memek hanya dibikin pada hari-hari besar atau bulan tertentu saja, seperti Ramadan. Selama bulan puasa, hampir setiap rumah di daerah penghasil lobster itu membuat memek sebagai salah satu sajian berbuka.